Internet dan Budaya Prosumer
Prosumer adalah portmanteau dari kata-kata producer atau professional dan consumer. Istilah ini pertama dicetuskan oleh Marshall McLuhan dan Barrington Nevitt dalam buku mereka Take Today (p. 4) pada 1972. Saat ini juga digunakan untuk barang-barang elektronik, misalnya kamera, camcorder, dan HDTV. Pada tahun 1972, Marshall McLuhan and Barrington Nevitt beranggapan bahwa dengan menggunakan teknologi elektronik, seorang konsumen (Consumer) bisa juga menjadi seorang Produsen (Producer). Seseorang dapat menjadi producer dan consumer baik dalam berkomunikasi maupun dalam aktivitas sosial. Prosumer dapat dikatakan sebagai masyarakat pengguna barang-barang elektronik yang dimana secara aktif menggunakan barang-barang tersebut secara maksimal untuk mendapatkan berbagai macam informasi dan kebutuhan akan perkembangan teknologi komunikasi.
Alvin Toffler menjelaskan bahwa ada tipe seorang consumer yang akan ikut berpartisipasi dalam menhasilkan sebuah produk, sehingga mereka menjadi producer. Bahwa passive market lama kelamaan tidak ada lagi karena consumer ikut berpartisipasi dalam kegiatan produksi. Karena consumer ikut pula berpartisipasi dalam proses kegiatan produksi, maka muncul juga istilah lain dari consumer yaitu co-producer.
Contoh dari consumer ini adalah menggunakan teknologi dari Apple seperti Garageband dimana teknologi ini memberikan kemudahan pagi para penggunanya untuk dapat memudahkan mereka untuk menciptakan lagu mereka sendiri. Disini, mereka adalah seorang consumer. Tetapi di sisi lain, ketika mereka mulai menciptakan lagu dan mereka mulai menjual lagu yang mereka ciptakan di internet atau di iTunes Store, mereka menjadi producer.
Perkembangan teknologi komunikasi, media massa khususnya internet membuat berbagai macam revolusi-revolusi baru dalam dunia internet. Teknologi komunikasi atau internet terus berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat memperoleh informasi dan kebutuhan-kebutuhannya. Lewat internet masyarakat buka hanya bisa mendapatkan informasi yang serba cepat dari belahan dunia, tetapi juga dapat menonton TV, mendengarkan radio, berbelanja dapat dikatakan bahwa internet bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara lengkap.
Revolusi akan yang terjadi baik revolusi budaya atau teknologi komunikasi membuat masyarakat atau manusia pun berubah keinginannya. Revolusi-revolusi tersebut membuat atau membangun internet yang semakin lengkap dan menjadikan internet menjadi media yang sekarang sudah sangat mudah di operasikan.
Revolusi tersebut memunculkan masyarakat yang secara aktif terus menerus menggunakan internet. Internet telah menjadi bagian hidup masyarakat dan membuat masyarakat membeli berbagai macam alat elektronik yang dapat mengakses internet. Baik itu komputer sampai handphone yang dapat mengakses internet dimana saja.
Revolusi yang mucul juga adanya akses dari pengguna internet untuk menjadi prosumer. Arti prosumer disini adalah pengguna internet telah menjadi produser dan konsumer. Pengguna dapat memberikan informasi dan juga menulis informasi tersebut. Akses yang dimiliki oleh pengguna internet memungkinkan pengguna internet untuk mengerti dan memahami bagaimana menjadi produser dan prosemer.
Pada hal ini memang informasi akan bermunculan semakin banyak dan memang tidak semua informasi tersebut dapat di respon atau dinikmati oleh semua pengguna internet. Semua orang dapat menjadi produser maka informasi yang diberikan akan terlalu banyak dan akan terjadi suatu saat bahwa produser lebih banyak dibandingkan dengan konsumer dan akhirnya tidak semua informasi berguna.
Memang revolusi budaya seperti ini membuat masyarakat kelabihan informasi dan akhirnya tidak bisa mengkonsumsi semua informasi yang ada. Informasi-informasi tersebut bisa menjadi sampah dan akhirnya tidak berguna bagi masyarakat.
Maka sebagai pengguna internet masyarakat harus pintar-pintar melihat peluang dari tantangan revolusi budaya ini. Para pengguna internet harus tetap mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk tetap dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat dan tidak mubazir atau kebanyakan.
Menurut kelompok kami, kami setuju bahwa pada saat maraknya konsep consumer di internet dewasa ini, maka jumlah informasi yang tidak berguna atau informasi sampah akan semakin banyak dan dapat menggeser komposisi antara informasi yang bermanfaat dan tidak. Namun, perlu disadari bahwa kebutuhan setiap manusia itu berbeda-beda dan tidak pernah ada yang tahu infomasi apa yang sebenarnya mereka butuhkan.
Oleh karena itu, Masalah tentang informasi yang tidak berguna atau informasi sampah ini tidak dapat dilihat dari satu point of view saja, karena mungkin pada satu sisi, kita menganggap bahwa sebuah informasi itu tidak berguna bagi kita, tapi tidak ada yang tahu bahwa ternyata informasi tersebut dibutuhkan atau bahkan penting bagi mereka.
Contoh nyatanya adalah pemanfaatan jurnal ilmiah. Sebelum mengambil mata kuliah Computer Mediated Communication (CMC), kami tidak begitu merasa bahwa jurnal ilmiah itu penting, bahkan mungkin tidak ada satupun dari kami yang pernah membuka situs-situs jurnal ilmiah seperti contohnya jcmc.indiana.edu sebelum kami mengambil mata kulaih CMC tersebut. Kami belum bahkan tidak merasa perlu untuk membuka situs-situs jurnal ilmiah tersebut. Tetapi, pada saat kami sudah mulai mengambil mata kuliah CMC, kami merasa perlu, bahkan sangat perlu untuk membuka dan mengkonsumsi situs-situs jurnal ilmiah tersebut. Pergeseran komposisi yang berguna dan tidak berguna tersebut sebenarnya tergantung dari kebutuhan masing-masing individu.
SUMBER:
http://en.wikipedia.org/wiki/Prosumption
http://people.clarkson.edu/~johndan/datacloud/archives/000356.html
http://www.worldwidewords.org/turnsofphrase/tp-pro4.htm
http://jcmc.indiana.edu/vol10/issue4/piller.html
http://www.nginter.net/2008/11/13/revolusi-informasi/
http://www.wordspy.com/words/prosumer.asp
http://id.wikipedia.org/wiki/Prosumer